//
you're reading...
Uncategorized

PTPN III Sosialiasikan Prinsip dan Kriteria RSPO kepada Para Pemasok

https://kliktv.files.wordpress.com/2011/08/images1.jpg?w=268

Sebagai perusahaan yang telah memiliki sertifikasi RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil) dibeberapa kebun dan pabrik kelapa sawit, dan bahkan menjadi BUMN pertama penerima sertifikasi bidang pengelolaan bisnis sawit berkelanjutan, PTPN III dengan penuh komitmen terus menerus melakukan sosialisasi kepada setiap stakeholdernya, Untuk kesempatan ini, Selasa, 16 Agustus 2011 sosialisasi tersebut dilaksanakan kepada 18 para outgrower yaitu para pemasok TBS (Tandan Buah Segar) ke PKS Sisumut, PKS Aek Nabara Selatan, PKS Sei Baruhur, PKS PIR Aek Raso dan PKS Aek Torop di Aula Kantor Direksi Medan.

Ir. Marisi Butar-butar, SH, MM, Kepala Bagian TI&TB/CMR mengatakan bahwa sosialisasi ini dimaksudkan untuk menciptakan pemahaman persepsi terhadap persyaratan RSPO kepada para pemasok. ”Acara ini bagian dari obligation, semacam kewajiban perusahaan untuk membina para stakeholdernya.”katanya.

Demikian pula Arnold Sipahutar, SE, Kepala Urusan Transformasi Bisnis juga mengharapkan nantinya para pemasok TBS melakukan hal yang sama kepada para petani sawit yang menjual TBS kepada mereka. ”Ini sangat penting dilakukan karena kita ingin bisnis ini sesuai dengan prinsip 3P yaitu people, planet dan profit. Bisnis sawit harus memiliki sensistifitas terhadap hak sosial, keberlanjutan bisnis yang ramah lingkungan dan tentu saja mempunyai keuntungan yang menjanjikan,” katanya.

Tio Handoko, ST, MM, dan Budiarjo Ikhwan, SE, staf Urusan Transformasi Bisnis dalam paparan materinya kepada para peserta pertemuan itu mengatakan bahwa latar belakang berdirinya RSPO karena adanya tuntutan permintaan produk minyak nabati yang harus ramah lingkungan dan ramah secara sosial, adanya global warming issue sehingga sangat penting menerapkan aspek greening the supply chain. Adanya kekhawatiran maraknya pembukaan hutan dan potensi hilangnya keanekaragaman hayati yang semakin marak terjadi di industri perkelapasawitan sehingga diduga kuat adanya potensi keterkaitan antara kerusakan hutan dan ekspansi industri sawit oleh para kelompok-kelompok pecinta lingkungan hidup, dan selain itu tentu saja adanya kesempatan bagi perkebunan kelapa sawit untuk meningkatkan efisiensi, daya saing dan profit.

Diantara 8 prinsip RSPO itu diantaranya terkait mengenai komitmen terhadap transparansi, memenuhi hukum dan peraturan yang berlaku, komitmen terhadap kelayakan ekonomi dan keuangan jangka panjang, penggunaan praktik terbaik dan tepat oleh perkebunan dan pabrik, dan seterusnya. Para pemateri sangat berharap para peserta dapat mengambil peranan dan inisiatif lebih besar untuk mendorong para petani agar secara perlahan namun pasti mampu memenuhi persyaratan yang diajukan demi tercapainya keuntungan yang lebih besar serta amannya lingkungan alam dan sosial.

Sunaryo, salah satu pemasok TBS mengungkapkan, “Kami senang karena mendapatkan informasi dan bimbingan dari pihak perusahaan. Selaku mitra bisnis kita berharap tetap ingin bekerja sama tentunya dan berusaha bagaimana memenuhi kriteria dan prinsip-prinsip yang dituntut RSPO, sehingga bisnis kami tetap lancar dan bisa dipasok ke PKS manapun yang telah bersertifikasi nantinya,” harapnya.(rel)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Agustus 2011
S S R K J S M
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Arsip

Statistik Blog

  • 8,666 hits
%d blogger menyukai ini: