//
you're reading...
Uncategorized

BPTN sidak RSUP Adam Malik Medan

https://i0.wp.com/matanews.com/wp-content/uploads/rsadmamalik.jpg

MEDAN – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BPTN) melakukan inspeksi mendadak (sidak)  ke Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik, Medan guna melihat sejauh mana penggunaan alat-alat kesehatan yang menggunakan teknologi nuklir dioperasikan di rumah sakit tersebut.

“Setalah kami periksa beberapa alat radio aktif seperti X-Ray dan CT Scan yang ada di rumah sakit ini, semuanya masih memenuhi standar. Saya tadi sempat periksa izinnya dan masa berlaku alat, rata-rata masih di bawah lima tahun,” kata Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten As Natio Lasman, di Medan, Sumatera Utara.

Ia mengatakan penggunaan peralatan tenaga nuklir di bidang kesehatan, industri riset dan teknologi, serta bidang energi di Indonesia perlu mendapatkan pengawasan ketat, demi keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Sebagai lembaga pengawas tenaga nuklir, kita terus melakukan monitoring penggunaan radio aktif di Indonesia, agar tidak ada potensi menganggu, merusak, hingga ketidaknyamanan di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya hari ini.

Menurut dia, radio aktif bila digunakan berlebihan akan sangat berbahaya bagi tubuh. Di Indonesia sendiri, penggunaan radio aktif ini banyak digunakan untuk dunia kesehatan khususnya rumah sakit seperti X-Ray dan CT Scan.

Kedua alat itu juga harus memenuhi standarisasi yang sudah dibuat oleh Bapetan seperti pekerja yang mengoperasikan alat radio aktif itu hanya boleh menerima radiasi maksimal 5 Msv, karena pekerja sudah mempersiapkan diri dengan perlengkapan dan prosedur tetap yang diberlakukan oleh Bapetan.

Sedangkan untuk manusia yang jarang beraktifitas dengan alat ini, standarisasi yang diperbolehkan sebesar 2 Msv.

Jika melebihi syarat ambang batas, maka Bapetan akan memberikan sanksi berupa pencabutan alat dan lembaga yang menggunakannya tidak boleh mengoperasikan alat itu lagi.

Selain itu sanksi yang dikenakan adalah pidana. Ini dilakukan apabila aturan standarisasi yang dibuat Bapetan tidak dijalankan.

Ia mengatakan, dipandang dari sisi positif, semakin canggih rumah sakit maka semakin canggih pula alatnya dan secara otomatis penggunaan radio aktifnya makin tinggi. Sehingga tergantung dari bagaimana rumah sakit tersebut menggunakan radiasi nuklir pada alat itu.

“Jika penggunaannya baik, maka hal itu akan sangat berpengaruh pada pasien yang berkunjung untuk berobat. Selama ini pasien kita masih banyak yang berobat ke luar negeri karena alat yang kurang canggih. Saya lihat RS Adam Malik ini mampu bersaing dengan rumah sakit di luar karena alatnya sudah canggih,” katanya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

September 2011
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Arsip

Statistik Blog

  • 8,666 hits
%d blogger menyukai ini: