//
you're reading...
Uncategorized

Jaksa Kewalahan, Penahanan Terdakwa Penyimpangan Kredit di BRI Dipindahkan

https://i2.wp.com/www.hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2011/03/penjara.jpg
Medan, (Analisa). Merasa kewalahan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maulita Sari, yang menyidangkan perkara dugaan korupsi penyimpangan kredit senilai Rp2,7 miliar di BRI Tanjung Leidong, Rantau Prapat, memindahkan penahanan terdakwa Feri Irawan ke Rutan Klas I Medan di Tanjung Gusta, Medan.

Terdakwa sebelumnya ditahan di Rutan Rantau Prapat, dan setelah persidangan berjalan terhitung sudah lima kali, JPU di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan Jumat (9/9), mengaku kerepotan membawa tahanan mereka tersebut, apalagi jarak yang harus mereka tempuh dari Rantau Prapat ke Medan cukup jauh. Sehingga terkadang pelaksanaan sidang sering terlambat.

Selain itu, pemindahan terdakwa yang sudah dikoordinasikan di Medan dilakukan juga dengan alasan menghindari resiko perjalanan dan pembiayaan perjalanan.

Sementara majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan diketuai Johni Sitohang menanggapi permintaan JPU, akan memutuskan permintaan pemindahan penahanan terdakwa ke Rutan Medan. Sedangkan terdakwa Feri sendiri merasa keberatan jika penahanannya dipindahkan, dan tetap minta ditahan di Rutan Rantau Prapat.

Menanggapi hal itu, Johni Sitohang meminta terdakwa agar tidak bersedih dipindahkan dengan alasan bahwa JPU berkewajiban menghadirkan terdakwa demi jalannya persidangan.

Feri bersama kuasa hukumnya terus berkeinginan agar tetap ditahan di Rutan Rantau Prapat dan hadir di Medan setiap jadwal persidangan. “Itu keinginanmu, tapi ini permintaan jaksa dan hakim yang menetapkan,” ujar Johni lagi menanggapi keberatan pihak terdakwa.

Dalam persidangan lanjutan kemarin, JPU menghadirkan mantan Kepala Cabang BRI Tanjung Leidong, Fandris. Dalam keterangannya ia tidak mengakui semua yang dituduhkan Fery terhadapnya terkait dana pencairan kredit pada nasabah.

Selain itu, Fandris juga tidak mengakui menerima uang dari nasabah atas nama Bindu Siagian sebesar Rp50 juta. Menurutnya, yang menerima dan menelan uang Rp50 juta tersebut tak lain terdakwa Fery.

Fandris juga membantah menyuruh Feri untuk membuat kredit baru untuk menutup sisa kredit yang tertunggak.

Katanya, selama menjabat sebagai Kacab BRI Tanjung Leidong, ia tidak pernah memerintahkan Fery untuk membuat kredit baru untuk menutupi sisa hutang kredit pada nasabah. Atas kesaksian Fandris, Fery membantah semua keterangan Fandris.

Sebagaimana dakwaan JPU, Feri atas perintah atasannya, Fandris, juga membuat banyak surat jaminan fiktif. Hasil pemeriksaan tim kencana BRI Tanjung Leidong menemukan dana nasabah yang digelapkan Feri mencapai Rp117 juta lebih. Di antaranya atas nama Bindo Siagian Rp50 juta, Hasren Rp25 juta, Jefri Marbun Rp3,7 juta, Zulkifli Rp5,4 juta, Boiman Rp3 juta dan Darwin Marpaung Rp30 juta. Juga ditemukan 66 debitur topengan (nama pemohon dan penerima kredit berbeda) dan 15 debitur yang pemberian kreditnya melampaui wewenang Kepala Unit yang dilakukan Fandris.Sehingga total kerugian yang diderita BRI Tanjung Leidong mencapai Rp2,7 miliar.

Persidangan ini kembali ditunda, dan digelar kembali pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainnya. (dn)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

September 2011
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Arsip

Statistik Blog

  • 8,666 hits
%d blogger menyukai ini: