//
you're reading...
Uncategorized

Penyimpangan Pembangunan Jalan di Simalungun, Kerugian Rp5,6 M

https://i1.wp.com/portibionline.com/foto_berita/64kejatisu.jpg
Medan, (Kliktv). Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) kini tengah merampungkan berkas pemeriksaan terhadap dugaan penyimpangan pembangunan jalan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Simalungun.

Diketahui kerugian negara dalam pembangunan jalan tersebut mencapai Rp5,6 miliar dari total anggaran Rp14 miliar, sebagaimana hasil penghitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Utara.

Kepala Seksi Penyidik (Kasidik) Pidsus, Jufri, kepada wartawan Jumat (9/9) mengatakan, berdasarkan hasil penghitungan BPKP menyatakan, kerugian negara tersebut berasal dari anggaran peningkatan jalan menuju perkantoran Pemkab Simalungun di Sondiraya dengan nilai kontrak Rp4,9 miliar, dan ditemukan kerugian negara senilai Rp300 juta.

Selanjutnya, proyek penanganan jalan jurusan Simpang Pasar Baru, Kecamatan Bosar Maligas dengan nilai kontrak Rp4,7 miliar, dan ditemukan kerugian negara senilai Rp2,3 miliar. Lalu, proyek penanganan jalan jurusan Nagori Pangkalan Emplasmen Tinjoan, Kecamatan Ujung Padang dengan nilai kontrak Rp4,4 miliar dan ditemukan kerugian negara sebesar Rp3 miliar.

Jufri menambahkan, saat ini pemberkasan hasil pemeriksaan sudah hampir selesai, dengan jumlah tersangka empat orang. Hanya saja dari empat tersangka itu seorang masih diburu, yakni Kar, kontraktor. Sementara tiga lagi yakni BN, YS (keduanya juga kontraktor), dan RD selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Pemkab Simalungun. Ketiganya tidak ditahan karena alasan masih kooperatif.

Sementara Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum)/Humas Kejatisu, Edi Irsan Kurniawan Tarigan menambahkan, terhadap Kar pihaknya sudah melayangkan permohonan pencegahan ke Kejagung agar diteruskan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM). Permohonan pencegahan ke luar negeri itu dilakukan setelah Kar beberapa kali dipanggil untuk dimintai keterangan, namun selalu tidak hadir.

Permohonan pencegahan itu menurut Edi, dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti tersangka kabur ke luar negeri dan dikhawatirkan tersangka bakal menghilangkan barang bukti dan mempersulit penanganan kasus ini. Sehingga Kar kini dijadikan target operasi (TO) oleh tim Penyidik Pidsus Kejatisu. (dn)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

September 2011
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Arsip

Statistik Blog

  • 8,669 hits
%d blogger menyukai ini: