//
you're reading...
Uncategorized

Biaya Rehabilitasi Gempa Pakpak Bharat Rp60 Miliar

https://i0.wp.com/images.detik.com/content/2011/09/07/10/Gempa-Aceh-Dalam.jpg
Medan – Biaya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi akibat gempa di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, diperkirakan mencapai Rp60 miliar.

“Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah bangunan maupun sarana dan fasilitas umum yang rusak di Pakpak Bharat, dibutuhkan biaya sedikitnya Rp60 miliar,” kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat, Kastro Manik saat dihubungi ANTARA dari Medan, Minggu.

Dana sekitar Rp60 miliar tersebut, kelak akan dialokasikan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah bangunan dan fasilitas umum, antara lain 29 unit gedung di komplek perkantoran Pemkab Pakpak Bharat, 43 unit gedung sekolah dan rumah sakit umum.

Selanjutnya, 361 unit rumah penduduk yang rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan, dua unit bangunan puskesmas, rumah dinas bupati dan wakil bupati, kantor Camat Pagindar, kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Masjid Raya dan Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) di Kecamatan Salak.

Pemkab Pakpak Bharat akan mengajukan permohonan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut), agar dapat menopang sebagian biaya program rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah sarana gedung pemerintah dan fasilitas umum, termasuk rumah penduduk yang rusak akibat diguncang gempa.

Selama pascagempa, lanjut Kastro, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Pakpak Bharat telah mendirikan beberapa Posko, melakukan evakuasi dan penanganan terhadap para pengungsi serta menjamin kebutuhan logistik terhadap para korban gempa.

Bantuan logistik kepada para korban gempa diberikan selama masa tanggap darurat yang direncanakan berakhir 13 September.

“Untuk kebutuhan rehabiliasi dan rekonstruksi, kami masih membutuhkan perhatian dan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Sumut) dan Pemerintah Pusat,” tuturnya.

Gempa yang mengguncang sebagian besar wilayah Pakpak Bharat 6 September 2011, berpusat di sekitar Timur Laut Singkil Baru, Kabupaten Singkil, Provinsi Aceh dengan kekuatan 6,7 pada skala Richter.

Selain Pakpak Bharat, getaran gempa yang nisbi kuat juga merusak rumah penduduk, infrastruktur, sarana fasilitas umum serta menimbulkan tanah longsor di kabupaten lain di Sumut di antaranya Dairi dan Humbang Hasundutan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumut Ahmad Hidayat, menyatakan proses penanganan terhadap korban gempa di tiga kabupaten itu hingga saat ini berjalan baik.

“Masa tanggap darurat cukup satu minggu dan dilanjutkan dengan masa “recovery” (perbaikan). Pada masa ini yang terpenting adalah bagaimana agar fasilitas yang rusak, baik sarana pendidikan maupun rumah penduduk yang tergolong berat dapat ditangani segera,” katanya.

Terkait dengan pembiayaan terhadap fasilitas yang rusak berat dan berbiaya besar serta tidak mampu ditanggulangi pemerintah daerah setempat, menurut Hidayat, hal ini tentu harus ditangani pemerintahan pusat dan pemerintah provinsi. (Ant)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

September 2011
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Arsip

Statistik Blog

  • 8,669 hits
%d blogger menyukai ini: