//
you're reading...
Uncategorized

Unjukrasa Minta P2TL Bubar

https://i1.wp.com/sentanaonline.com/public/images/news/gallery/plnsumut1.JPG

Kantor PLN Wilayah Sumut

MEDAN (Kliktv): Desakan kepada PT. PLN untuk membubarkan tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik  (P2TL) kembali terjadi. Kamis (6/10), sekolompok massa mengatasnamakan LSM Sentra Monitorig Informasi (SMI) Sumut berunjukrasa ke kantor DPRDSU. Mereka mendesak tim P2TL dibubarkan.

Unjukrasa dilakukan LSM SMI karena menilai P2TL sudah tidak melaksanakan tugasnya sesuai tujuan utama dibentuknya tim tersebut oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Disebutkan bahwa, oleh okum-oknum P2TL PLN Sumut pelaksanaan tugas di lapangan sudah disalahgunakan.

Koordinator aksi Abdul Thaib Siahaan, dalam pernyataan sikapnya menyebutkan, pelaksanaan tugas P2TL di lapangan sudah sangat mengkhawatirkan masyarakat dan perusahaan.Petugas P2TL bertindak sesuka hati dalam memberikan sanksi kepada pelanggan yang diduga melakukan pelanggaran.

Contoh konkrit disebutkan Thaib Siahaan, terjadi pada PT Sari Tani Jaya. Perusahaan ini dituduh telah melakukan pencurian listrik. Itu dilihat oleh tim P2TL dari operasi yang mereka lakukan. Perusahaan itu dituduh telah merusak segel dan mencuri arus listrik.

Tuduhan petugas P2TL tersebut kiranya bersifat mutlak. Perusahaan tidak diberikan kesempatan membela diri. Petugas langsung menghukum perusahaan dengan denda miliaran rupiah. Padahal di PT Sari Tani Jaya belum dipasang segel meteran.

Kejadian seperti ini, menurut pengunjukrasa banyak dialami pelanggan. Khusus untuk PT. Sari Tani Jaya, pengakuan pihak PT PLN sendiri sudah menyatakan kalau di perusahaan
itu belum dipasang segel meteran oleh PLN. ‘’Lalu bagaimana mungkin tim P2TL memberikan vonis perusahaan merusak segel. Aneh,’’ kata pengunjukrasa.

Pada unjukrasa itu LSM SMI juga ‘’mencium’’ ada indikasi korupsi yang dilakukan oknum petugas P2TL. Yakni perusahaan yang dituduh mencuri listrik disuruh membayar denda kepada pribadi petugas P2TL.

Pengunjukrasa mengaku sudah mendapatkan nomor rekening pribadi petugas P2TL tersebut.

Berkaitan dengan kejadiankejadian yang meresahkan ini, LSM SMI minta Kementerian ESDM mencabut kembali SK No 7 tahun 2010 tentang program P2TL. Mereka juga minta
tim P2TL PLN Sumbagut dibubarkan dan meminta Kapoldasu menangkap menejer P2TL dan Opal PLN Sumbagut. Para pengunjukrasa juga meminta polisi mengaudit rekening siluman P2TL.

Tuntutan lainnya dari pengunjukrasa, meminta Kejatisu memeriksa keterlibatan pimpinan PLN Sumbagut terkait setoran rekening pribadi petugas P2TL. Juga meminta DPRDSU membentuk Pansus PLN.

Sumber : Waspadamedan.com

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Oktober 2011
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip

Statistik Blog

  • 8,669 hits
%d blogger menyukai ini: