//
you're reading...
Uncategorized

Sebanyak 57 Hotel dan Restoran Tunggak Retribusi

https://i1.wp.com/www.dnaberita.com/foto_HL/small_62busral%20Manan.jpg
Medan — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan, Rabu (16/11), melakukan inspeksi langsung guna menagih retribusi dari 57 hotel dan restoran yang menunggak senilai ratusan juta rupiah selama bertahun-tahun. Bahkan satu hotel di antaranya berbintang yakni Hotel Travellers Suite menunggak retribusi Izin Usaha Pariwisata (IUP) senilai Rp 30 juta.

Kadisbudpar Kota Medan Busral Manan mengemukakan, sikap itu diambil setelah pihaknya memberikan peringatan tiga kali pada pihak pengelola maupun manajemen 7 hotel dan 50 restoran namun mereka tidak pernah mengindahkannya. Bahkan, saat Kadisbudpar Kota Medan Busral Manan didampingi Kabid ODTW Disbudpar Arfan Harahap, Kabid Sarana Pariwisata Naimah, Bendahara Disbudpar Rina dan Kasi Perhotelan Disbudpar Khaidir turun langsung menemui manajemen Hotel Travellers Suite, pemilik usaha Hendri Wigin tidak berada di tempat.

“Kita turun langsung ini ingin mereka membuat surat pernyataan untuk segera membayar yang sudah kita siapkan. Kalau dalam seminggu ini tidak ada juga respon, maka minggu depan langsung izinnya kita cabut dan tempat usaha ditutup sementara,” kata Busral Manan, kepada wartawan di Hotel Travellers Suite.

Busral mengatakan, pemilik Hotel Travellers Suite belum juga memperpanjang izin usaha pariwisatanya sejak tanggal 2 April 2007 hingga tahun 2011 ini. Kondisi pengusaha yang membandel ini membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari sektor IUP telah dirugikan sebesar Rp 30 juta.

“Kita berikan waktu agar mereka bisa mengurus perpanjangan izin sebelum dilakukan penutupan sementara. Bila minggu depan tidak juga membayar maka kita akan langsung menutup usahanya sementara. Kalau ditutup berarti tidak ada lagi kegiatan. Kalau mau diizinkan lagi membuka usahanya, mereka harus membayar seluruh tunggakan retribusi yang sudah ditetapkan,” jelas Busral.

Sementara dalam dialognya dengan pihak manajemen Hotel Travellers Suite yang diwakili akuntingnya Hele mengakui sudah pernah menerima surat peringatan dari Disbudpar Medan. Namun, Hele tidak berani memberikan sikap apapun terkait masalah ini. Menurutnya, masalah ini akan langsung disampaikan pada pimpinannya Hendri Wigin yang pada saat itu tidak berada di tempat.

Hele berjanji pihaknya akan segera melunasi tunggakan itu sebelum minggu depan. “Kami belum bisa mengambil keputusan sekarang, karena pimpinan hotel tidak ada, berkas ini akan kami sampaikan kepada pimpinan,” ungkapnya pada Busral Manan dan Khaidir.

Busral Manan sendiri menegaskan, setiap usaha pariwisata wajib mematuhi ketentuan perda Medan No 37 tahun 2002 tentang Retribusi Izin Usaha Pariwisata, di mana disebutkan dalam bab III pasal 4 ayat 3 bahwa izin usaha pariwisata berlaku selama kegiatan usaha pariwisata berjalan dan harus didaftar ulang setiap tahunnya.

Setelah ke Hotel Travellers Suites, Disbudpar langsung menuju ke Hotel Duta di Jalan Sei Rotan dekat Pasar Petisah Medan. Hotel ini juga sudah menunggak retribusi izin sejak 2007 dan diperkirakan telah merugikan Pemko Medan sebesar Rp 2 juta. Hotel ini juga terancam ditutup sementara karena sudah tiga kali diberi surat peringatan tapi tidak juga ada respon.

Di hotel ini juga tidak ditemukan pemimpin hotel, kecuali hanya staf bernama Rizal yang juga meminta waktu kepada Disbudpar Medan untuk dapat menyelesaikan masalah ini dalam waktu seminggu. Selanjutnya, tim Disbudpar menuju Hotel New Super di Jalan Nibung Raya yang telah menunggak retribusi selama 3 tahun sehingga merugikan Pemko sebesar Rp 3 juta.

Tim juga melakukan sidak ke sejumlah restoran, termasuk Restoran Olala Café di Merdeka Walk yang menunggak retribusi selama dua tahun, dimana kerugian Pemko Medan diperkirakan sebesar Rp 4,5 juta. Tim diterima langsung oleh Manager Olala Cafe Akbar yang berjanji akan menyelesaikan tunggakan dan telah menandatangani surat pernyataan pelunasan tunggakan dari Disbudpar Medan.

Humas Merdeka Walk Hadi Wibowo mengakui jika ada beberapa outlet restoran yang belum membayar retribusi ke pengelola Merdeka Walk PT Orange Indonesia Mandiri (OIM). Tidak hanya itu, katanya, kemungkinan juga pengelola restoran tidak membayar retribusi restoran ke Disbudpar Kota Medan.

Hadi mempersilakan Pemko Medan untuk langsung melakukan tagihan ke restoran yang berada di Merdeka Walk. “Kita persilahkan saja. Karena beberapa diantara restoran disini pun masih ada yang belum membayar retribusi ke kita selaku pengelola,” tegasnya.

Selanjutnya tim menuju Restoran Jittlada Royal Thai Cuisine yang terletak di Cambridge Swissbel Hotel yang juga menunggak retribusi satu tahun dengan perkiraan kerugian Pemko Medan sebesar Rp 2.250.000. Dari restoran ini pihak manajemen pun berjanji akan segera menyelesaikan masalah tunggakan ini ke Disbudpar Medan dan menandatangani surat pernyataan dari Disbudpar Medan. (sumber: medanbisnis)

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

November 2011
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Arsip

Statistik Blog

  • 8,788 hits
%d blogger menyukai ini: