//
you're reading...
Uncategorized

Mafia Kayu Mulai Merambah Hutan Sumut

Taput-Sudah hampir empat bulan pengaduan Pomparan Ompu Baturunggu Manalu melalui tokoh adat Jakaren Manalu tentang tindak pidana perusakan hutan milik di Desa Horisan Ranggitgit Kecamatan Parmonangan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) tidak mendapat tanggapan dari pihak terkait.
Malahan, pelaku belum juga ditangkap sesuai dengan laporan Polisi pada hari Jumat, 24 Oktober 2011 dengan Nopol:LP/291/X/2011/SU/Restaput/Reskrim. Di mana tindak pidana pengrusakan hutan dilakukan pada Jumat, 30 September 2011 oleh MH bersama rekan-rekan.

Adapun pengaduan tersebut dilayangkan ke Polres Tapanuli Utara dengan surat tanda penerimaan laporan, nomor : STPL/136/X/2011/IPD/TU atas nama Jakaren Manalu tokoh Adat dan Penatua Pomparan Ompu Baturunggu Manalu yang disertai dengan penyerahan barang bukti berupa 1 Batang Kayu Bulat jenis Pinus dari pohon yang di rusak oleh pelaku berikut dengan saksi-saksi dan surat tanda penerimaan barang bukti nomor : STP/110/X/2011/Reskrim atas nama Briptu Julius Rudianto Hulu NRP 86070685 berikut dengan saksi-saksi.

Masyarakat Pomparan Ompu Baturunggu Manalu kecewa termasuk yang diperantauan dan juga yang berdomisili di Dolok Sanggul Kabupaten Humbahas. Salah satu diantaranya adalah O Manalu, Ketua Pados PH, Humbahas.
“Pelaku pengrusakan seharusnya sudah ditangkap Karena ini merupakan tindak pidana dengan saksi-saksi yang jelas. Masalah kepemilikan tanah itu adalah Perdata. Meskipun tanah warisan Ompu Baturunggu Manalu tidak memiliki sertifikat, tetapi keabsahan kepemilikan tersebut adalah jelas diakui melalui sejarah dan pihak-pihak lainnya,” ujar O Manalu yang juga aktivis LSM kepada BN, belum lama ini.

Masyarakat Pomparan Ompu Baturunggu Manalu menduga kuat bahwa dibalik kejadian pengerusakan tersebut terdapat mafia kayu yang melibatkan oknum aparat.

“Jika tidak ditanggapi lebih serius maka Pomparan Ompu Baturunggu Manalu berencana akan bekerja sama dengan Konsorsium LSM dan membawa masalah ini ketingkat yang lebih tinggi dan jika Kepala Desa Horisan Ranggitgit tidak memiliki keberanian untuk mengeluarkan surat mengenai kepemilikan tanah tersebut maka akan dilaporkan ikut mempersulit proses hukum dalam masalah ini,” katanya.

Dalam pengaduan pihak pomparan ompu Baturunggu Manalu ikut juga menyerahkan surat perjanjian kesepakatan yang menyatakan kepemilikan bersama pomparan oppu Runggu Manalu atas tanah tersebut yang dinamai tanah nahornop, dimana sipelaku merusak kayu pinus yang tumbuh di dalamnya.

Disamping itu Bupati Tapanuli Utara, Kepala BPN Taput. Camat Parmonangan, Dan Kepala Desa Horisan Ranggitgit serta PT Inti Indo Rayon(PT Tpl ) secara tidak langsung juga mengakui kepemilikan tanah tersebut kepada pomparan Oppu Runggu Manalu melalui surat dari pada parantau tertanggal 30 Maret 1996 yang mengimformasikan mengenai imformasi tentang tanah adat itu kepada pihak –pihak tersebut di atas.

Sumber : BN

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Maret 2012
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip

Statistik Blog

  • 8,666 hits
%d blogger menyukai ini: